![]() |
| Mas'ud Alaina Wakil Sekretaris Bidang PTKP HMI Komisariat Cakraningrat |
Kemajuan teknologi membuat hidup manusia semakin mudah. Segala hal kini bisa dilakukan hanya melalui ponsel: berbelanja, belajar, bekerja, hingga mencari hiburan. Namun di balik kemudahan itu, ada bahaya besar yang mengintai tanpa disadari, yaitu judi online. Aktivitas ini semakin marak karena aksesnya yang cepat, tampilannya yang menarik, dan janji hadiah besar yang menggiurkan. Banyak orang terperdaya oleh harapan semu untuk cepat kaya, padahal pada akhirnya, tidak ada pemenang sejati dalam perjudian. Yang benar-benar menang hanyalah penyelenggaranya.
Judi online bukan sekadar permainan; ia adalah pintu menuju kerugian. Banyak
orang kehilangan uang, tabungan, bahkan harta benda karena terus bermain demi
mengejar kekalahan. Ketika kalah, mereka berusaha menebusnya. Ketika menang,
mereka ingin lebih banyak lagi. Siklus itu terus berulang hingga menguras
keuangan dan merusak kestabilan hidup. Tidak sedikit pula yang akhirnya
terlilit utang, mengalami stres berat, dan kehilangan semangat untuk bekerja.
Selain kerugian finansial, judi online juga berdampak pada kesehatan mental dan
hubungan sosial. Kecanduan membuat seseorang mudah marah, gelisah, dan sulit
fokus pada hal lain. Dalam banyak kasus, hubungan keluarga menjadi korban. Uang
belanja terpakai untuk judi, tanggung jawab diabaikan, dan kepercayaan pasangan
atau anak pun memudar. Rumah tangga yang dulu harmonis bisa runtuh hanya karena
satu kebiasaan buruk: berjudi.
Lebih dari itu, judi online juga merupakan tindakan ilegal di Indonesia.
Pemerintah dengan tegas melarang segala bentuk perjudian, baik konvensional
maupun digital. Pelaku dan penyelenggara dapat dijerat hukum sesuai KUHP dan
Undang-Undang ITE. Jadi, selain berisiko kehilangan harta dan keluarga, pelaku
juga bisa kehilangan kebebasannya karena berurusan dengan hukum.
Menolak judi online berarti memilih masa depan yang lebih baik. Tidak ada cara
instan untuk menjadi kaya; kekayaan sejati lahir dari kerja keras dan
kejujuran. Uang hasil usaha sendiri akan terasa lebih bernilai dan membawa
ketenangan batin. Dengan menjauhi judi online, kita bukan hanya menyelamatkan
diri sendiri, tetapi juga melindungi generasi muda agar tidak terjebak dalam
kebiasaan yang merusak moral dan ekonomi.
Langkah pencegahan bisa dimulai dari hal sederhana. Gunakan internet secara
bijak dan produktif, misalnya untuk belajar, berwirausaha, atau berkarya. Jika
menemukan situs judi, segera laporkan agar dapat diblokir. Ajak teman dan
keluarga untuk ikut kampanye #StopJudiOnline, serta bantu mereka yang sudah
terlanjur terjerumus agar bisa pulih. Jangan menghina korban kecanduan, tapi
bantu mereka menemukan kembali arah hidupnya.
Kini saatnya kita bersama-sama mengambil sikap. Jangan biarkan judi online
mencuri waktu, tenaga, dan masa depan kita. Dunia digital seharusnya menjadi
ruang untuk berkembang, bukan tempat untuk tenggelam dalam kerugian. Mari
hentikan kebiasaan berjudi dan mulai hidup dengan cara yang lebih bermakna.
“Berhenti sebelum terlambat. Stop judi online, mulai hidup sehat, jujur, dan
produktif.”

0 Komentar